Sabtu, 26 Januari 2013


Keroncong dan Tanah Air

             Tahukah kalian lagu Bengawan Solo yang diperkenalkan oleh bapak Gesang? Lagu Bengawan Solo merupakan jenis musik keroncong yang banyak dinikmati oleh orang-orang Indonesia, bahkan sudah diperkenalkan di Jepang. Namun sadarkah kalian bahwa musik jenis keroncong ini bukanlah jenis musik yang asli dimiliki oleh bangsa Indonesia?
             Banyak orang menganggap bahwa musik keroncong adalah musik yang muncul dari daerah-daerah di Indonesia dan menganggapnya sebagai musik asli Indonesia. Sebenarnya, musik keroncong pada awalnya berasal dari jenis musik Fado yang diperkenalkan oleh para pelaut Portugis, di abad ke-16. Jenis musik ini ternyata telah melekat dalam hati orang Indonesia yang telah ditinggalkan oleh bangsa Portugis. Musik ini kemudian dikembangkan menjadi musik keroncong yang kini dapat kita nikmati.
             Sebelum menjadi musik keroncong yang kita nikmati kini, musik tersebut memiliki sejarah yang amat panjang. Sejarah perkembangan musik keroncong dibagi menjadi 4 tahap yaitu
        1. Masa keroncong tempoe doeloe (1880-1920)
        2. Masa keroncong abadi (1920-1960)
        3. Masa keroncong modern (1960-2000)
        4. Masa keroncong millenium (2000-kini)

Kekhasan yang terdapat pada musik keroncong adalah suara crong-crong-crong yang berasal dari ukulele, sebagai alat musik utama dari musik keroncong. Inilah awal dari identitas keroncong di tanah air yang dimulai sejak penemuan ukulele di Hawai. Hal tersebut terjadi pada tahun 1879.
              Kini, musik keroncong telah menyebar ke berbagai penjuru di tanah air. Di Jawa, keroncong digabungkan dengan alat musik gamelan yang akhirnya menciptakan musik campursari. Hal ini diperkenalkan oleh salah satu artis campursari yaitu Manthous.Selain itu, keroncong juga dapat disandingkan dengan dangdut yang memang populer di masyarakat Indonesia, menjadi Keroncong Dangdut. 
              Musik keroncong mencapai kejayaannya sekitar tahun 2004-2008, di mana keroncong telah diperdengarkan hingga Suriname dan Belanda. Walaupun musik keroncong merupakan musik adaptasi dari bangsa portugis, namun bangsa Indonesia telah mengalami sejarah yang begitu indah dengan musik keroncong. Musik keroncong telah di"utak-atik" sedemikian rupa hingga sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. dengan ini, musik keroncong pantas/layak untuk disebut sebagai Musik Tanah Air. Sekian dan semoga bermanfaat!

(Sumber: wikipedia.org dan beberapa sumber terkait)




     



Jumat, 25 Januari 2013


Ketika kita berbicara tentang musik tentu ada kaitannya juga dengan kehidupan. Pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan judul pada blog saya. Dengan kaitan yang ada antara musik dan kehidupan, kita dapat memahami dan menikmati musik itu. Musik memang sudah lama bersanding dengan kehidupan. Entah sejak kapan musik itu sudah eksis bersama dengan kehidupan. Maka saya memilih judul tersebut, karena saya menghormati musik yang telah mengisi kehidupan manusia. Selain itu, saya juga ingin menelaah musik yang telah ada di kehidupan ini, jauh sebelum saya eksis sebagai manusia. Semoga post dari blog ini selanjutnya berkenan kepada para "peselancar" internet. :)
Viva La Musica!!!